Penyakit usus buntu adalah peradangan atau pembengkakan
apendiks atau usus buntu. Usus buntu adalah organ berbentuk kantong kecil dan
tipis berukuran 5-10 sentimeter yang terhubung pada usus besar.
Dokter spesialis bedah anak Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur, Ruankha
Bilommi, mengatakan penyakit usus buntu merupakan gangguan pada perut yang
paling banyak dialami oleh anak berusia 3-12 tahun. "Sekitar 80-90 persen
usus buntu menjadi penjahat pada anak," kata Ruankha dalam seminar awam di
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, Sabtu, 15 Juli 2017.
Ruankha menjelaskan, penyakit usus buntu terjadi karena ukuran usus buntunya
yang lebih besar. "Ukuran normal usus buntu sekitar 4-5 sentimeter, kalau
anak Anda memiliki ukuran usus buntu 10 sentimeter, itu bisa terjadi radang
atau infeksi," ujarnya.
Anak yang terkena infeksi usus buntu biasanya menunjukkan beberapa tanda atau
gejala, seperti sakit perut, mual, mencret, demam, dan suhu badan meningkat
(demam). "Infeksi usus buntu terjadi karena kuman atau bakteri masuk ke
usus buntu tersebut," kata dia.
Ruankha menyarankan, segera membawa anak Anda ke dokter jika menemukan gejala
atau tanda sakit usus buntu. "Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan
mengangkat kakinya atau saat diminta berjalan mengeluhkan sakit, itu salah satu
tanda usus buntu sudah akut."
